Surabaya Perlu Ini Agar Menjadi Kota Kelas Dunia

0
179
advertorial

Beritahu – Surabaya sebagai kota besar Kedua setelah Jakarta, dan meraih banyak penghargaan nasional dan Internasional di bawah kepemimpinan Walikota Tri Rismaharini, memang patut diacungi jempol. Namun untuk menjadi kota kelas Dunia, Surabaya memerlukan fasilitas yang lebih memadai.

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Surabaya Jamhadi mengatakan, bahwa fasilitas lebih memadai seperti WTC yang sesungguhnya dan tempat Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE), sangat diperlukan untuk menarik investor lebih banyak lagi ke kota Pahlawan.

Di Surabaya memang sudah ada WTC, namun tempat tersebut digunakan sebagai pusat transaksi Smartphone. Sehingga kepentingan bisnis lainnya belum bisa terfasilitasi dengan baik. Namun jika Pemerintah Kota Surabaya bisa membangun WTC dengan luas sekitar 40 hektar untuk menjadi lokasi pameran tematik setiap bulan dalam Setahun, maka tempat tersebut bisa menarik lebih banyak investor dan wisatawan.

“Jadi tiap bulan itu selalu ada pameran dalam Satu tahun, nah kalau itu bisa terjadi, maka bisa dihitung semua bisnis itu trigger (pemicu) itu ada disitu”, kata Jamhadi.

Dirinya juga menambahkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS). Kunjungan wisatawan ke Surabaya masih kalah jauh dengan Bali, meski kota ini tidak mempunyai destinasi wisata seperti Bali, bukan berarti tidak bisa mendatangkan turis lebih banyak lagi. Hal ini ditandai dengan maraknya bangunan hotel dengan tingkat okupansi 63% lebih, apalagi sarana transportasi massal yang dikembangkan pemkot Surabaya sudah cukup bagus.

“Kalau dari data BPS terbaru, di Bali itukan didatangi 4,8 juta turis yang melalui Airport, kita masih 245 ribu, artinya baru 5% gitu ya. Nah sedangkan jumlah hotel kita itu di Surabaya sudah mencapai 525 hotel dan jumlah kamar kita 42 ribu, tingkat huniannya lumayan bagus 63% lebih, tetapi sebaiknya memang usaha hotel itu bisa dicapai kurang lebih 70%, nah itu baru bisa hidup usaha itu”, tambahnya.

Selain pembangunan WTC sebagai pusat bisnis dan financial sebenarnya, perda ekonomi kreatif  yang diiniasi Kadin Surabaya harus segera disahkan DPR kota Surabaya, untuk menunjang surabaya menuju kota dunia. Karena perkembangan bisnis digital terus tumbuh, jika hal tersebut tidak diatur dengan baik melalui perda ekonomi kreatif, untuk membebaskan biaya pemakaian fasilitas kota atau kabupaten bagi semua insan industri kreatif, supaya pendapatan perkapita Surabaya bisa unggul seperti negara maju.

“Jadi memang benar-benar diperuntukkan bagi semua, nah dengan begitu nanti geliat anak muda atau insan kreatif didalam berkarya didalam sektor ekonomi kreatif akan tumbuh. Ada bukti bahwa Negara-Negara yang pendapatan perkapitanya itu tinggi itu dikarenakan di negara itu unggul didalam sektor kreatif”, urai Jamhadi. (bi1)

 

 

 

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here