Stupa Dari Bahan Daur Ulang Di Festival Waisak 2019

0
90
advertorial

Ketua panitia Vesak Festival 2019 Limanyono Tanto memberikan keterangan pers di salah satu restoran. Photo : Norman Edogawa

Beritahu – Ada yang berbeda dalam Vesak Festival 2019 dibandingkan tahun sebelumnya. Festival dalam rangka merayakan Hari Waisak kali ini mengusung misi cinta lingkungan, dengan memamerkan stupa yang terbuat dari Ecobrick yakni bata hasil daur ulang.

Ketua umum Vesak Festival Limanyono Tanto menjelaskan, kegiatan yang bekerjasama dengan beberapa Universitas seperti ITS, Ubaya, Petra, Unair, Universitas Ciputra dan berkolaborasi bersama komunitas Nol Sampah serta Ecoton. Festival Waisak yang digelar mulai 15 sampai 19 Mei 2019 di atrium Tunjungan Plaza 6 Surabaya ini, bertujuan  mengajak masyarakat agar bisa memanfaatkan sampah untuk didaur ulang, karena hal tersebut merupakan wujud nyata  peduli lingkungan.

“Tujuannya kita ini untuk memberitahukan ke masyarakat, kalau sebenarnya kita itu bisa mengolah sampah dan akhirnya sampah ini bisa berguna. Karena tingkat kekuatan Ecobrick ini bisa dibikin kursi, meja. Kalau kita mengolah sampah kan bisa mengurangi pencemaran lingkungan”, kata Limanyono. Selasa (14/05/2019).

Dia menambahkan, walau Ecobrick digunakan sebagai bahan pembuatan Stupa sebagai tempat persembahan umat Budha, tetap tidak mengurangi kesucian dari stupa itu sendiri.

“Kalau stupa itu kan tempat sebenarnya, jadi kalau memang secara secara tempat dalam agama Budha sih, selama kita berada di tempat yang tidak membuat kita ini merasa tidak nyaman. Kan karena contoh waktu kita bikin Ecobrick ini prosesnya sampah gak langsung dimasukkan , tapi kita bersihkan dulu semua baru kita olah jadi Ecobrick. Jadi itu benar-benar benda yang bersih, jadi kita pergunakan pun gak masalah”, jelas Limanyono.

Selain memajang stupa dari bahan daur ulang, Rupang Budha berukuran besar yang terbuat dari bambu juga dipamerkan dalam acara Vesak Festival 2019. Dari penggunaan bahan alam tersebut, diharapkan masyarakat dapat menyatu dengan alam dan tidak mencemari lingkungan, khususnya di perkotaan yang memiliki ruang terbuka hijau sangat terbatas.

Juga disediakan Eco Vending Machine bagi pengunjung yang ingin berpartisipasi menjaga lingkungan di pameran Waisak terbesar di Jawa Timur ini, dengan cara menukarkan botol plastik untuk mendapatkan hadiah menarik. (bi1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here