Siswa SD Dan Warga Mesir Kutuk Israel Menutup Masjid Al-Aqsha

0
11
advertorial

1

Meski kena terik matahari tak menyurutkan ratusan siswa SDM 4 Pucang Surabaya melakukan aksi damai kutuk Israel yang menutup masjid Al-Aqsha. Photo : Norman Edogawa

 

Surabayastyle – Aksi brutal pasukan Zionis Israel yang menutup akses masjid Al –Aqsha mendapat kecaman dari muslim seluruh Dunia, termasuk siswa Sekolah Dasar Muhammadiyah (SDM) 4 Pucang Surabaya. Dengan menggelar aksi damai di halaman sekolah untuk mendesak pemerintah Indonesia dan PBB mengambil tindakan agar Israel segera membuka kembali masjid terpenting Ketiga bagi umat Islam tersebut. Selasa (25/07/2017).

Ratusan siswa dari kelas 1 sampai 6 sekolah dasar ini membawa poster bertuliskan ucapan protes atas pasukan Israel yang melarang umat muslim Palestina tidak dapat beribadah di masjid Al-Aqsha, dan berorasi bahwa tindakan tersebut tidak dapat dibenarkan oleh Negara manapun termasuk Indonesia yang mempunyai pedoman Undang-Undang Dasar 1945, dimana salah satu ayat didalamnya menyebutkan bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa.

Kepala sekolah SDM 4, mengungkapkan bahwa aksi damai ini sebagai wujud rasa kebersamaan dan kebersaudaraan sebagai sesama muslim meski terpisahkan oleh jarak. Sehingga kekejaman invasi Israel  atas Palestina harus dikutuk semua warga Dunia.

“Palestina selalu dijajah dan diintimidasi oleh Israel, jadi kami warga SD Muhamadiyah Pucang mengutuk keras terhadap kekejaman Israel, dan ini  juga sangat erat hubungannya dengan pemerintah Indonesia di pembukaan UUD 1945 bahwa kemerdekaan adalah Hak-hak segala bangsa”, ujar Edi Susanto.

Di akhir aksi damai kutuk Israel yang berlangsung lancar ini, ratusan siswa SD dan tenaga pengajar SDM 4 Pucang mengumpulkan sumbangan sukarela untuk diberikan kepada warga Palestina melalui yayasan Muhammadiyah.

2

Farida Sherif dan Mennatallah Hossam asal Mesir berorasi agar seluruh umat muslim di dunia bersatu dan melawan Israel. Photo : Norman Edogawa

 

Yang menarik dari aksi damai mengutuk aksi Israel atas penutupan akses masjid Al-Aqsa ini, hadirnya Dua wanita warga Negara Mesir yang mengajar bahasa Inggris di SDM 4 Pucang merasa prihatin akan derita warga Palestina dari konflik tanpa akhir ini. Dan dalam orasinya berbahasa Inggris meminta agar seluruh umat muslim di dunia berdiri bersama dan mendukung Palestina merdeka.

“But as muslims we must stand out and express our objection about what’s happening and collaborate to support brothers and sisters there to hold on and stay strong to figt for their land and their right to be free”, ucap Mennatallah Hossam di depan ratusan siswa SDM 4 Pucang. (NE)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here