Manfaat Antioksidan Untuk Mencegah Penuaan Dini

0
1005
advertorial

Beritahu – Wanita mana yang tidak ingin kulit wajahnya tetap kencang, halus dan sehat meskipun usia terus bertambah? Anda pun pasti memimpikannya bukan? Namun sudah menjadi kodrat setiap manusia untuk bertambah tua. Ciri-ciri kulit yang mengalami penuaan antara lain menjadi makin kering, elastisitasnya menurun sehingga mencul kerutan-kerutan halus dan muncul bercak-bercak pigmentasi.

Namun saat ini sentuhan teknologi ikut menopang munculnya berbagai teknik perawatan kulit untuk mencegah munculnya penuaan dini. Antara lain dengan chemical peeling, mikrodermabrasion, mesoterapi, dermaroller, laser rejuvenation (yang bersifat ablative dengan laser CO2; dan non ablative denan lser Q-Switched ND-YAG, fractional CO2, dll), laser untuk merangsang pengencangan kulit berbasis gelombang ultrasound (HIFU) dan masih banyak lagi. Namun perawatan dari “dalam tubuh” juga punya peran penting.

Konsumsi makanan berupa buah dan sayur serta suplemen yang mengandung antioksidan saat ini sedang marak diperbincangkan. Kandungan antioksidan ini dipercaya dapat membantu sel- sel untuk menunda proses penuaan. Sebenarnya apa sih antioksidan itu, dan terkandung dalam bahan makanan apa saja? Mari kita cari tahu lebih dalam lagi…

Sebelumnya kita harus paham dulu beberapa faktor yang memicu terjadinya penuaan dini, antara lain : radiasi sinar ultraviolet, radiasi sinar rontgent, polusi udara, asap rokok, bahan kimia eksogen dan endogen, makanan tinggi karbohidrat dan kalori. Adapula faktor yang menyebabkan kekeringan kulit, seperti cara perawatan kulit yang salah, kosmetika yang tidak sesuai, kelembab udara yang rendah, ruang ber-AC, kipas angin, suhu dingin dan panas yang akan mempercepat penguapan air dari kulit.

Faktor-faktor lain yaitu gizi buruk, penyakit menahun, minuman keras, kopi berlebihan, setres, dll. Faktor – faktro tadi terbentuknnya radikal bebas (molekul atau atom yang memiliki satu atau lebih electron yang tidak berpasangan, dan electron tersebut sangat efektif, cepat bereaksi dengan molekul lain sehingga terbentuk radikal bebas baru).

Radikal bebas dapat menimbulkan dapat menimbulkan kerusakan pada berbagai kerusakan pada berbagai bagian sel, dan menyebabkan berbagai penyakit seperti tumor, kanker, katarak, keriput, penuaan dan sel lainnya. Pada sel – sel penyusun kulit, antioksidan “mengorbankan dirinya” untuk teroksidasi oleh radikal bebas sehingga melindungi protein atau asam amino penyusun kolagen dan elatin (merupakan jaringan peynagga kulit yang mempertahankan elastisitas kulit agar tetap halus, rata dan kencang).

Antioksidan terbagi menjadi antioksidan enzim (sudah ada dalam tubuh) dan vitamin. Antioksidan enxim meliputi superoksidan dismutase (SOD), Katalase dan glutation perosidase  (GSH.Prx). Antioksidan vitamin mencakup alfa tokoferol (vitamin E), beta karoten dan asam askorbat (vitamin C).

Superoksidan dismutase bekerja semakin aktif sebagai antioksidan jika kita banyak mengkonsumsi the yang menghasilkan poliferon. Sementara antikoksidan glutation peroksidase makin aktif bekerja dengan bantuan mineral selenium. Sumber selenium dari bahan makanan seperti ikan, telur, ayam, bawang putih, biji gandum, jagung, padi dan sayuran.

Vitamin E dipercaya sebagai sumber antioksidan yang juga dapat mempertahankan kesuburan, mempercepat penyembuhan luka dan mencegah terbentuknya jaringan parut (skar). Vitamin E disimpan dalam jaringan lemak tubuh dan dapat diperoleh dari minyak nabati terutama minyak  kecambah, gandum, kacang-kacangan, biji-bijian, dan sayuran hijau.

Sementara beta koraten adalah sumber utama vitamin A yang sebagian besar ada dalam tumbuhan, antara lain wortel, brokoli, kentang, dan tomat. Sedangkan asam askrobat (vitamin C) juga berperan dalam menghambat reaksi oksidasi yang berlebihan dalam tubuh, merangsang fibroblast membentuk kolagen dan menghambat produksi melamin (efek pencerahan utk kulit).

Vitamin C banyak terkandung dalam sayuran berwarna hijau dan buah-buahan. Sumber utama A Beta Karoten adalah sumber utama vitamin A yang sebagian besar ada dalam tumbuhan, antara lain wortel, brokoli, kentang, dan tomat.

Sumber protein hewani dengan kandungan astaxanthin (udang, ikan salmon, kerang) juga termasuk antioksidan kuat. Menurut para ahli, astaxanthin 1000 kali lebih kuat sebagai antioksidan daripada vitamin E. Disamping itu, ada pula senyawa lain yang dapat menggantikan vitamin E, yaitu flavonoid, merupakan senyawa polifenol yang terdapat pada the, buah-buahan, sayuran, anggur, bir dan kecap.

Saat ini telah banyak juga tersedia suplemen khusus ynag menganudng berbagai vitamin, mineral dan senyawa-senyawa dan fungsi sebagai antioksidan kkuat. Tentunya ini akan menjadi lebih praktis buat anda ynag selalu sibuk dengan berbagai aktifitas harian.

Namun pola makan yang sehat tetap harus dijaga. Percuma saja anda rajin konsumsi suplemen antioksidan, jika gaya hidup terutama dari pola makan anda tidak sehat. Sel-sel tubuh harus tetap dapat berfungsi baik untuk memecah suplemen tersebut menjadi bahan antioksidan aktif dalam tubuh, sehingga kesehatan dan vitalitas tubuh anda tetap harus dalam kondisi prima.

Setelah mengetahui manfaat penting dari antioksidan dan sumber – sumbernya dari bahan makanan, tentunya anda akan makin cerdas untuk memilih dan mengkonsumsi hanya bahan pangan yang sehat dan alamiah. Selain tubuh tetap sehat, kulit anda pun senantiasa terjaga kehalusan, kesehatan dan kekencnagannya. Selamat menjadi lebih AWET MUDA..

Artikel ditulis oleh :
Dr. Fitri Abdullah Jawas, SpKK, FINSDV
Klinik Surabaya Skin Centre
Jln. Prof. dr. Moestopo No. 175 Surabaya
031 – 599 9595/ 0822 4777 9595 (wa only)

Disclaimer : Seluruh isi tulisan tanggung jawab penulis

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here