Laser Sebagai Sistem Dalam Penatalaksanaan Kelainan Kulit

0
92
advertorial

Beritahu – Laser adalah singkatan dari Light Amplification Stimulated Emisian Radiation atau cahaya yang mengalami amplifikasi dan stimulasi (peningkatan dan perangsangan), dimana yang ditingkatkan dan dirangsang adalah energi yang dikandung dalam cahaya tadi sehingga akan meningkat dan menjadi radiasi emisi yang mampu mempengaruhi sel target sasaran.

Efek pengaruh yang terjadi pada target sel sasaran adalah bisa merangsang ataupun menghancurkan. Radiasi emisi dari cahaya tersebut masih tetap mempunyai sifat sebagai cahaya yaitu tidak dipengaruhi jarak, besar energinya tetap dan mampu menembus bahan – bahan tertentu tanpa merusaknya, selain sel yang menjadi target yang ingin dihancurkan.

Secara umum sifat dari energi sinar yang dihasilkan dari laser adalah :

  1. KOHEREN
    Ada dua jenis dari sifat koheren, yaitu koheren dalam waktu (temporal) dan ruang (spatial). Karena sifat keteraturan ini maka sinar yang dihasilkan dari laser dalam waktu yang sama akan mampu menghancurkan target yang kecil.
  1. MONOKROMATIS
    Energi yang dihasilakan dari laser, terdiri dari cahaya yang monokromatis, yang berarti cahaya yang keluar dari alat laser mempunyai panjang gelombang yang sama. Yang berarti mempunyai daya tembus dengan kedalaman yang sama. Sehingga efek yang ditimbulkan dapat lebih dapat diramalkan, dibandingkan dengan cahaya yang mempunyai sifat polikromatis (berbagai macam panjang gelombang).
  1. KOLIMASI
    Sifat laser yang kolimasi sinar yang dipunyai dalm arah yang sejajar sehingga efek yang ditimbulkan juga tidak terpengaruh oleh jarak. Karena sifat laser yang mono kromatis, meneyebabkan setiap laser mempunyai panjang gelombang yang bekerja spesifik terhadap target organnya. Perbedaan panjang gelombang menyebabkan perbedaan dari sel tubuh dalam hal kemampuan menyerap energy yang ada pada alat laser tersebut.

Bagian dari sel tubuh yang mempunyai sifat khas dalam penyerapan energy yang berasal dari cahaya disebut sebagai kromofor. Sampai saat ini kromofor yang diketahui adalah oksihaemoglobin, melanin dan air.

Sebagai penerapan dari pengetahuan ini adalah semua kelainan dikulit yang mengandung ketiga sel yang bersifat sebagai kromofor akan lebih mudah diperbaiki dengan menggunakan laser. Sampai saat ini laser yang dapat digunakan dalam penatalaksaan kelainan kulit adalah sebagai berikut :

1. Laser digunakan untuk peremajaan kulit
2. Laser untuk menghilangkan tumor kulit
3. Laser untuk kelainan Vascular
4. Laser unutk kelainan pigmentasi
5. Laser untuk menghilangkan bulu-bulu yang tidak diinginkan
6. Laser untuk menghapus warna pada tato

Keunggulan dalam menggunakan laser dibandingkan tindakan yang lain adalah karena sifat laser yang bekerja secara selektif, artinya hanya menghilangkan sel-sel yang mempunyai kelainan saja, dan tidak merusak sel yang normal.

Makin tinggi selektifitasnya maka makin baik laser tersebut. Untuk meningkatkan selektivitasnya dari laser maka ada bebrapa faktor pertimbangan :

  1. Panjang gelombang
    Panjang gelombang yang digunakan penyerapan energi panas oleh kromofor ternyata sangat tergantung pada panjang gelombangnya. Tapi yang harus diingat juga adalah letak kromofor yang menjadi sasaran kerja laser. Karena sifat alamiah panjang gelombang adalah semakin besar panjang gelombang, maka semakin dalam kemampuan tembusnya. Sehingga interaksi antara lokasi kromofor dan panjang gelombang harus diperhatikan dan merupakan salah satu seni dalam penggunaan laser sebagai alat.

    Terdapat kromofor yang spesifik untuk panjang gelombang tertentu juga. Sebagai contoh adalah panjang gelombang 595 nm adalah spesifik dengan kromofor oksi haemoglobin yang terutama terdapat pada kelainan yang berasal dari pembuluh darah seperti Port Wine Stain (PWS), hemangioma, spider angioma, dan lain – lain.

  1. Dosis Penyinaran
    Makin tinggi dosis penyinaran, maka makin tinggi energi yang diserap oleh kromofor, sehingga mempercepat kerusakan kromofor. Tetapi semakin tinggi energy yang digunakan juga akan meningkatkan resiko untuk terjadinya kerusakan yang terjadi pada sel yang tidak menjadi target.
  1. Lamanya penyinaran
    Lamanya penyinaran juga menetukan kerusakan kromofor yang menjadi target utk diperbaiki. Makin lama penyinaran yang dilakukan maka makin besar kerusakan yang ditimbulkan, tetapi ini juga sangat tergantung pada dosis yang digunakan. Yang ideal adalah lama penyinaran yang singkat sehingga dapat menghancurkan kromofor, tetapi tidak menyebabkan kerusakan sel sekitarnya.

    Saat ini telah dikembangkan laser dengan pajanan yang sangat singkat yaitu nanosecond (sepermilyar detik). Harapannya makin singkat dosis yang digunakan makin spesifik kerusakan yang ditimbukan dan sel sekitar tetap tidak pengaruh.

Ketiga parameter inilah yang akan dipergunakan dalm setiap penatalaksanaan yang menggunakan laser, sehingga diperlukan latihan yang terus menerus dalam pengoperasiannya. Dan setiap operator laser dapat menggunakan patokan yang berbeda tergantung pada sel kromofor yang menjadi target.

Penangganan untuk kelainan pemuluh darah kulit bisa ditanggani menggunakan laser Pulsed Dye Laser. Sehingga adanya tumor pembuluh darah di kulit terutama pada bayi sekarang tidak harus menunggu samapai usia bayi dewasa dulu, tetapi langsung dapat diberi penyinaran dengan laser, sehingga belum terbentuk sekuele jaringan karena pendesakan tumor pembuluh darah pada jaringan sekitarnya.

Untuk laser jenis Nd:YAG long pulsed untuk epilasi (pencabutan) rambut, sedangkan laser Q-SWITCH Nd:YAG yang dipergunakan untuk kelainan pigment kulit (nevus ota, nevus hori, melasma, freckles, dll) dan tato. Selain digunakan hal tersebut, laser ini juga digunakan untuk peremajaan kulit karena efeknya bisa menecerahkan warna kulit dan merangsang kolagen sehingga kulit tampak lebih kenyal dan kencang.

           Before Laser                                                                  After Laser

Alat yang lebih spesifik untuk pengencangan kulit karena merangsang neokolagenesis adalah mesin gelombang ultrasound ( High Intensity Focused Ultrasound (HIFU). Pengencangan kulit dengan menggunakan gelombang ultrasound ini lebih efektif karena menggunakan teknologi suara (ultrasound) yang dapat menembus sampai target keterdalaman otot terluar (SMAS layer), yaitu mencapai 3-4,5 cm kedalaman kulit, tanpa menimbulkan luka pad kulit terluar (no downtime).

Pada kedalaman ini, kolagen dapat distimulasi secara optimal sehingga efek pengencangan dapat terlihat setelah pengerjaan, dan produksi kolagen ini akan terus terjadi sampai beberapa bulan kemudian. HIFU ini sangat nyaman dan cocok sekali bagi mereka yang sibuk karena tidak membutuhkan waktu penyembuhan, tidak nyeri sehingga tanpa anstesi.

Laser Q-SWITCH Nd:YAG tadi bisa untuk mencabut bulu, tetapi ada alat laser yang untuk menumbuhkan rambut, laser ini yang berbentuk sisir yang bisa digunakna dirumah ataupun di klinik dengan teknologi LLBLT (Low Level Basic Laser Therapy).

Cara kerja laser ini dengan melancarkan sirkulasi darah ke folikel rambut, dan mengaktifkan mitokondria sel sehingga metabolisme sel menjadi aktif kembali.

Laser CO2 adalah laser yang digunakan kelainan kulit berupa tumor jinak seperti keratosis seborhoik, syringoma, skin tags dan lain- lain. Laser CO2 adlah laser yang bekerja tidak secara selektif foto termolisis, sehingga digunakan sebagai laser rejuvenation yang ablative. Laser CO2 terbaru adalah laser fractional yang bisa digunakan unutk peremjaan kulit dan menghilangkan parut atropik paska acne (acne scar) dengan waktu penyembuhan lebih singkat dibanding laser CO2 konvensional.

                 Before Laser                                                      After Laser

Laser Smartlipo berfungsi untuk liposisi (menghancurkan sel lemak) yang digunakan untuk body sculpturing (pembentukan tubuh) karena bisa menghancurkan penumpukan lemak diatas area – area tertentu pada tubuh.

                  After Laser                                                   Before Laser

Ada juga alat radio frequency yang berfungsi untuk menghidupkan kembali mikrosirkulasi dan memperbaiki aliran oksigen dalam jaringan. Hal ini menstimulasi proses pembentukan kolagen pada lapisan – lapisan kulit. Perawatan RF ini berfungsi untuk mengencangkan dan sangat efektif dilakukan seminggu 3 kali dan bisa juga untuk memaksimalkan hasil dari tindakan lipolisis laser Smartlipo.

Selain hal tersebut, RF indiba bisa juga untuk melembabkan, menghaluskan dan meremajakan juga kulit dan untuk manfaat dalam tubuh menghilangkan volume sel – sel lemak dalam tubuh, zat racun dalam tubuh pun akan berkurang.

Untuk yang alat ini dinamakan X Wave, yaitu gelombang akustik radial yang sudah dimodifikasikan untuk kebutuhan klinis perawatan selulit. Gelombang pada X Wave diserap oleh jaringan sehingga memberikan efek pada area perawatan yang luas. Jaringan dibuat menjadi santai dan teregang agar ketegasan dan elastisitas dari pada dermis tersebut meningkat.  Sirkulasi darah dan produksi kolagen dalam jaringan pun dirangsang secara signifikan.

Proses pelaksanaan Tindakan X Wave

Demikian paparan saya tentang laser dan semoga bermanfaat.

Artikel ditulis oleh :
DR. Dr. M.Y. Listiawan, SpKK (K), FINSDV, FAADV
Klinik Surabaya Skin Centre
Jln. Prof. dr. Moestopo No. 175 Surabaya
031 – 599 9595
0822 4777 9595

Disclaimer : Seluruh isi tulisan tanggung jawab penulis

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here