Keluarga Petugas KPPS Surabaya Yang Meninggal Tolak Otopsi

0
87
advertorial

Retno Setianingsih (Pojok Kiri) istri dari Heriawan petugas KPPS TPS Siwalankerto Surabaya yang meninggal menolak diadakannya otopsi. Photo : Norman Edogawa

Beritahu – Tim Kampanye Daerah (TKD) Jatim untuk pemenangan Jokowi – Ma’ruf Amin, memberikan santunan kepada 13 keluarga petugas KPPS Surabaya yang meninggal. Kegiatan ini sebagai tali asih dan bela sungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan.

Ketua TKD Jatim Irjen Pol (Purn) Machfud Arifin menjelaskan, tali asih ini merupakan bentuk empati tim pemenangan capres 01 kepada mereka yang gugur saat menjalankan tugas, sehingga mereka layak disebut sebagai pejuang demokrasi.

“Kita berharap, kita doakan mudah – mudahan mendapatkan tempat yang layak disisi-Nya. Kita pedulilah, kepedulian dari TKD Jawa Timur pasca penetapan oleh KPU”, kata Irjen Pol (Purn) Machfud Arifin di kantor TKD Jatim Surabaya. Sabtu (11/05/2019).

Dari ke 13 keluarga anggota KPPS yang meninggal, hanya 8 perwakilan keluarga hadir memenuhi undangan TKD Jatim untuk menerima santunan. Dan mereka berterima kasih kepada tim pemenangan capres 01 di Jawa Timur, seperti yang diutarakan Retno Setianingsih.

“Memang itu sudah jalannya, pokoknya semuanya lancar baik-baik saja. Dan saya terima kasih banyak, semuanya saya terima kasih. Saya terima kasih aja perhatiannya”, kata¬† Retno.

Retno adalah istri dari Heriawan, petugas KPPS dari TPS Siwalankerto Surabaya yang meninggal karena pembengkakan jantung setelah menjalani rawat inap selama 6 hari di salah Satu RS di Surabaya. Dan dirinya ikhlas menghadapi musibah ini.

Tapi dia menolak keras jika ada pihak yang akan melakukan otopsi petugas KPPS yang meninggal pasca pelaksanaan pemilu serentak. Karena dia tak sanggup melihat jasad suaminya dibedah hanya untuk mencari penyebab kematiannya. Dan dia mengatakan kepada pihak yang ingin mengotopsi, agar membiarkan petugas KPPS yang meninggal tetap tenang di alam kubur.

“Ngga mau saya, kalau memang gak jadi pahlawan (demokrasi) gak papa, yang penting jangan diotopsi, biar tenang saja. Kita sudah ikhlas, biar saja, dan keberatan.¬† Dan kalau untuk dibongkar sih, saya nggak kuat nanti”, tambah Retno dengan raut muka sedih. (bi1)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here