Isak Tangis Mewarnai Ritual Basuh Kaki Jelang USBN SD

0
50
advertorial

Puluhan siswa SD Bina Karya Kremil Surabaya menangis ketika membasuh kaki orang tua mereka, sebagai ritual jelang USBN SD. Photo : Norman Edogawa

Beritahu – Jelang Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN), yang digelar 22 – 24 April 2019. Sebanyak 64 siswa kelas 6 SD Bina Karya diajak pihak sekolah melakukan ritual basuh kaki orang tua menggunakan air kembang, untuk meminta doa restu agar lulus USBN dan sebagai bentuk pelajaran moral supaya mereka menjadi manusia bermartabat. Senin (15/04/2019).

Sebelum ritual basuh kaki, puluhan siswa ini diajak gurunya melakukan doa bersama untuk meminta pengampunan pada Tuhan . Selanjutnya mereka diarahkan ke lapangan sekolah untuk membasuh dan memijat kaki orang tuanya.

Nampak beberapa murid menangis ketika membasuh dan memijat kaki orang tua mereka. Tak ayal temannya yang lain saat menyaksikan prosesi basuh kaki, juga tak mampu membendung air matanya.

Kepala Sekolah SD Bina Karya Sudarwati mengatakan, ritual basuh kaki jelang USBN digelar agar siswanya mendapatkan ketenangan hati dan kelancaran, dalam melaksanakan ujian akhir masa pendidikan.

“Pastinya kami ingin sekali, karena biar ada restu dari orang tua. Sehingga didalam pelaksanaan USBN nanti, kita mendapatkan kesuksesan dan kemudahan – kemudahan”, kata Sudarwati.

Selain untuk meminta doa restu orang tua, ritual basuh kaki ini juga sebagai bentuk ajaran moral kepada muridnya, agar menghormati orang tuanya dan guru, supaya mereka tidak menjadi siswa yang suka menyakiti orang yang lebih tua. Dan mengingatkan kepada wali murid supaya tidak menuntut nilai baik dan sempurna pada pelaksanaan USBN.

“Untuk orang tua juga begitu, jangan cuma menuntut pada anak tetapi orang tua dengan hati yang tulus, mendoakan anak – anaknya agar nantinya dalam pelaksanaan ujian itu, mereka akan mendapatkan kesuksesan. Dan harapan dari Bapak Ibu guru mendapatkan nilai yang terbaik, 100 persen lulus semuanya”, tambah Sudarwati yang juga tokoh masyarakat eks lokalisasi Kremil tersebut.

Bagi wali murid seperti Hartatik, ritual basuh kaki ini sangat membuatnya bersedih. Sehingga dirinya berharap agar putranya bisa tabah dan sabar menjalani USBN, dan menerima apapun hasil dari ujian tersebut.

“Sedih, anakku kan mau ujian, mudah – mudahan dikasih keberhasilan. Semoga bisa mendapatkan nilai bagus dan keberhasilan membawa nama sekolah”, kata Hartatik sambil menangis. (bi1).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here