IJTI Sambut Baik Presiden Jokowi Menunda R-KUHP

0
22
advertorial

Beritahu – Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) pusat Yadi Heryadi Hendriana, menyambut baik Presiden Jokowi menunda R-KUHP yang didalamnya terdapat dua pasal, dan dapat mengancam kebebasan pers.

Dia menyebut, penundaan R-KUHP dan itu merupakan tonggak sejarah bagi jurnalis.

“Karena di KUHP itu ada pasal-pasal yang mengekang pewarta dalam menyajikan fakta. Dengan begitu kita (wartawan) tidak akan bebas berekspresi. Jurnalis tidak akan sebebas sekarang, kritikan dan tulisan bisa berujung masuk penjara”, tegas Yadi, di depan pemilik media, dan puluhan wartawan serta Wagub Jatim yang hadir dalam acara pengukuhan pengurus IJTI Korda Surabaya di gedung Grahadi. Jumat malam (20/09/2019).

Yadi melanjutkan, bila Presiden Joko Widodo tidak menunda R-KUHP yang disodorkan DPR RI, kemungkinan wartawan di Surabaya malam ini akan bersinergi merancang petisi penolakan.

“Saya berbicara dengan rekan jurnalis, di Surabaya akan kami minta malam ini untuk menggalang petisi, namun tidak jadi karena R-KUHP ditunda”, katanya.

Yadi juga menyebut, sebelumnya juga sudah mengontak Ketua DPR RI Bambang Soesatyo, yang kemudian mengirimkan pesan melalui Whatsapp (WA), menunda R-KUHP itu menjadi undang-undang sesuai permintaan Presiden Jokowi.

“Ini adalah kemenangan bagi jurnalis. Kebebasan tidak bisa dibeli, karena keberadaan kami (wartawan) bisa mengkritisi kebijakan pemerintah. Meskipun banyak sisi jurnalistik yang kontra produktif lewat oknum-oknum yang menghancurkan profesi tersebut”, tegasnya.

Penyerahan pataka kepada Ketua IJTI Korda Surabaya Lukman Rozaq yang dilakukan Ketua IJTI Pusat. Menandakan bahwa IJTI siap bersaing di era revolusi industri 4.0.

Dalam sambutannya, Lukman Rozaq mengatakan, saat ini Indonesia tengah digempur oleh banyaknya berita hoaks. Oleh karena itu IJTI mengusung tema ‘Jurnalis Cerdas Indonesia Sehat’.

“Jurnalis tidak hanya dituntut profesional tapi harus cerdas dalam memilah dan memilih berita dan menyajikan fakta. Memberikan terobosan baru dalam mendorong pelayanan publik, wartawan cerdas bisa mengambil momen dan timing yang tepat”, kata Lukman.

Ada 51 anggota IJTI Korda Surabaya yang dikukuhkan dalam acara tersebut, diantaranya Lukman Rozaq, Samsul Huda sebagai Wakil Ketua I, Sri Rama, Wakil ketua II, Sekjen Guntur Nara Persada, Reina Fitria, Shinta Maulidia, Maya Ayu, dan Yuli Susanto.

Hadir di acara itu, Wakil Gubernur Jatim Emil Elistianto Dardak, Forkopimda Jatim, Ketua IJTI Pusat, Ketua IJTI Jatim, Ketua PWI Jatim, stakeholder dan wartawan berbagai media di Surabaya.(bi1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here