Go Indonesia Dorong Ciptakan 10.000 Wirausaha Milenial

0
34
advertorial

Beritahu – Generasi Optimis (GO) Indonesia menggelar diskusi publik “GO Talk: Menjaga Keutuhan Bangsa dengan Gerakan Milenialpreneur” di Warung Pilem, Surabaya (21/09/2019).

Dhimas Anugrah, pemerhati sosial dari GO Indonesia mengatakan ,  negara ini membutuhkan lebih banyak wirausaha dari kalangan milenial, untuk membantu pemerintah menurunkan tingkat pengangguran.

Pemerintah hingga kini mencatat angka pengangguran turun menjadi 5 persen, diharapkan dari acara diskusi semacam ini dapat menurunkan lebih rendah angka pencari kerja di Indonesia.

“Karena situasi di Indonesia saat ini, walaupun tingkat pengangguran sudah menurun ketimbang tahun lalu, sekarang sudah 5 persen ya tingkat pengangguran terbuka. Tetapi kita tidak boleh cepat berpuas diri, kita harus mengatasi itu”, kata Dhimas Anugrah setelah acara diskusi.

GO Indonesia juga mencatat, virus radikalisme yang mengarah ke disentegrasi bangsa seringkali menargetkan masyarakat miskin sebagai sasaran penyebaran ideologi radikal. Sehingga dengan menciptakan 10.000 wirausaha milenial diharapkan dapat mengurangi ancaman tersebut.

“Go Indonesia ingin mendorong anak-anak ini , supaya mereka mau memulai suatu usaha”, tambah Dhimas.

Mengutip Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita, Dhimas mengatakan bahwa kemiskinan menjadi lahan subur tumbuh kembangnya radikalisme serta anarkisme dan menyebabkan rendahnya produktivitas.

Kondisi tersebut menghasilkan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang rendah, dan pada akhirnya akan sulit berkompetisi serta susah mendapatkan akses untuk bersaing di dunia usaha maupun dunia kerja.

Lebih lanjut pria kelahiran Surabaya itu mengatakan, berdasarkan sejumlah studi, tingkat kemiskinan atau kesenjangan yang tinggi atau banyaknya permasalahan sosial di masyarakat bisa mengganggu ketahanan nasional.

“Rendahnya produktivitas akan mempengaruhi daya saing secara nasional yang berkorelasi langsung dengan kualitas ketahanan nasional”, ujar Dhimas.

Kemiskinan membuat orang lebih rentan terhasut oleh provokasi makar, radikalisme, dan sentimen SARA, imbuhnya. Karena itu ikhtiar wirausaha merupakan alternatif solusi bagi masyarakat dalam menyelesaikan permasalahan sosial yang ada.

“Saya mengapresiasi sekolah-sekolah dan Perguruan Tinggi yang berfokus dan mendorong anak-anak didik mereka untuk berwirausaha. Walaupun memang tidak semua dari kita memiliki bakat berwirausaha. Tetapi setidaknya kita perlu melihat peluang ke arah sana”, lanjut Dhimas yang juga politisi dari PSI ini.

Dalam acara tersebur turut hadir sebagai narasumber Niluh Djelantik (influencer dan pengusaha), Frans Meroga (pakar koperasi dan ekonomi milenial) dan Gus Aan Anshori (Intelektual muda NU dan aktivis GUSDURian). (bi1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here