Gerindra Optimis Membalikkan Hasil Survey SSC Yang Unggulkan Jokowi

0
86
advertorial

Wakil Walikota Surabaya Wisnu Sakti Buana, Sekretaris DPD Partai Gerindra Anwar Sadad, Caleg PKB Fandi Utomo dan Caleg Demokrat Bayu Airlangga menyaksikan hasil survey yang dikeluarkan Surabaya Survey Center. Photo : Norman Edogawa

Beritahu – Elaktibilitas Capres Jokowi – Ma’ruf Amin di awal tahun 2019, terus mengungguli pasangan Prabowo – Sandiaga Uno. Hal ini diungkapkan dalam rilis lembaga Surabaya Survey Center (SSC) di salah Satu hotel kawasan Jalan Jemursari Surabaya. Rabu (09/01/2019).

Wakil Walikota Surabaya Wisnu Sakti Buana, Sekretaris DPD Partai Gerindra Anwar Sadad, Caleg PKB Fandi Utomo dan Caleg Demokrat Bayu Airlangga. Menyaksikan hasil survey capres 2019 yang dikeluarkan SSC mengunggulkan pasangan Jokowi meraih 55,9 persen suara dibanding pesaingnya.

“Sementara untuk pasangan Prabowo-Sandiaga Uno mendapatkan 32.1 persen suara dan sebanyak 12 persen sisanya masih merupakan undecided voters,” jelas Direktur SSC Mochtar W. Oetomo.

Mochtar juga menambahkan, Undicided Voters  yang mencapai 12 persen dengan margin of errors sebesar 3 persen. Maka segala hal masih bisa terjadi karena pilpres digelar bulan April mendatang.

“Pasangan Prabowo-Sandiaga Uno masih mungkin mengejar ketertinggalan yang ada pada data saat ini. Meskipun tidak bisa dipungkiri pula saat ini pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin memimpin kontestasi dengan jarak yang cukup jauh,” ujar Mochtar lebih lanjut.

Meskipun elaktibiltitas Jokowi – Ma’ruf Amin masih unggul dibandingkan Prabowo – Sandiaga Uno, kondisi poliitik yang memanas karena menyajikan informasi perselisihan antar peserta kontestasi dan membuat publik muak, maka keunggulan Capres nomer 1 bisa tergantikan oleh capres nomer 2.

“Sampai hari ini publik itu belum bisa melihat program itu karena kontetastasi selalu diwarnai konflik, oleh ujaran kebencian, oleh saling sindir, saling nyinyir dan sebagainya. Maka nanti momentum debat itu saya rasa akan menjadi momentum yang penting bagi publik untuk menilai sesungguhnya siapa yang layak untuk lebih dipilih”, tambah Mochtar.

Sedang menurut Anwar Sadad, hasil survey SSC ini akan menjadi masukan tersendiri bagi tim pemenangan Prabowo – Sandiaga Uno, agar dievaluasi dan membalikkan keadaan, karena hasil survey internal partai Gerindra, Jokowi hanya ungggul 2 persen dari Prabowo dalam skala Nasional.

“Di lembaga survey yang lain misalnya, mas Mufti Mubarok itu menyampaikan bahwa ini posisinya sudah 49 : 51. Kan saya kira luar biasa kan, secara Nasional. Kita optimis lah, bahwa masih cukup waktu 3 bulan ini untuk mengejar ketertinggalan, dan kita kembalikkanlah ada blessing in the skies gitu lah, ada situasi tertentu dimana tanpa kita melakukan apa-apa itu Idown grade sebelah itu kita temukan semakin anu, ada tangan-tangan Tuhan yang bekerja”, jelas Anwar Sadad. (bi1)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here