Dubes Inggris Kenalkan Bahan Bakar Hydrogen Untuk Kurangi Pemanasan Global Di Surabaya

0
117
advertorial

Dubes Inggris untuk Indonesia mencoba mengemudi mobil minivan berbahan bakar hydrogen di SMP Negeri 1 Surabaya. Photo : Norman Edogawa

Beritahu – Dampak pemanasan global yang terus meningkat beberapa tahun terakhir, membuat sejumlah pihak mengembangkan teknologi ramah lingkungan, seperti transportasi massal berbahan bakar Hydrogen. Yang akan diterapkan di bus Suroboyo hasil kerjasama antara pemerintah Inggris dengan pemkot Surabaya.

Duta besar Inggris untuk Indonesia Moazzam Malik, menjelaskan bahwa kerjasama antara pemerintah Inggris dengan Pemkot Surabaya, untuk mengurangi emisi dalam bentuk apapun. Karena bahan bakar hydrogen yang dikembangkan Arcola Energy untuk digunakan pada mobil atau transportasi massal berasal dari air tersebut, bisa signifikan menekan dampak pemanasan global.

“Jadi tidak ada emisi dari teknologi ini, jadi ini hydrogen gak ada limbah gak ada emisi. Jadi untuk gaya hidup ramah lingkungan, teknologi ini yang paling manfaat, yang paling maju dan ini teknologi yang sangat diperlukan untuk masa depan, untuk mengurangi ancaman perubahan iklim”, jelas Moazzam Malik setelah mencoba mobil hydrogen di halaman SMP 1 Surabaya. Kamis (14/03/2019).

Moazzam juga menambahkan, bus hydrogen tersebut sudah digunakan di London dan Liverpool, dan Indonesia sebagai negara dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup maju juga berpotensi menambah emisi untuk lingkungan. Sehingga Kedepannya diharapkan tranportasi massal ramah lingkungan ini bisa diterapkan juga di Surabaya dan Jawa Timur.

“Hari ini saya sudah berdiskusi mengenai teknologi ini, kemarin dengan Bu Risma walikota Surabaya dan juga dengan Emil Dardak Wagub Jatim. Dan berdiskusi bagaimana cara untuk memproduksi teknologi ini ke Jawa Timur”, tambah Moazzam yang lulusan Universitas Oxford tersebut.

Strategy Director Arcola Energy Richard Kemp-Harper yang mendampingi Moazzam Malik menjelaskan, pemakaian teknologi Hydrogen ramah lingkungan ini, memang membutuhkan biaya mahal karena belum diproduksi secara massal. Kedepannya jika dibuat dalam jumlah banyak untuk memenuhi permintaan. Maka biaya pemasangan teknologi hemat bahan bakar yang awalnya Dua kali lipat dari harga mobil tersebut bisa ditekan.

“Untuk pemasangan teknologi hydrogen saat ini harganya bisa mencapai Dua kali lipat dari harga mobil, makanya kita ingin bekerjasama dengan siapapun termasuk pemerintah kota Surabaya dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, supaya teknologi ini bisa dibuat lebih banyak agar harganya bisa lebih murah. Dan beberapa pabrikan mobil sudah menggunakan teknologi ini seperti Renault dan Toyota dengan mobil Mirainya”, kata Richard.

Sekedar diketahui, meski menggunakan hydrogen sebagai bahan bakar penggerak yang dikombinasikan dengan energi listrik, teknologi ini sangat aman karena tangki yang digunakan berbahan karbon fiber, sehingga mampu menahan tekanan gas hydrogen hingga 700 bar. Dan untuk menghasilkan 2 kilogram hydrogen hanya diperlukan 18 liter air untuk menempuh perjalanan selama 6 jam.

Rencananya Tri Rismaharini ikut hadir bersama dubes Inggris dan Arcola Energy, untuk mengenalkan teknologi hydrogen yang sudah diaplikasikan di mobil minivan Renault, kepada siswa SMP Negeri 1 Surabaya, namun walikota Surabaya tersebut batal hadir karena suatu hal. (bi1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here