Cemarkan Nama Baik, Persebaya Surabaya Laporkan Jawa Pos

0
155
advertorial

Cholid Ghoromah beserta nama yang dirugikan melaporkan Jawa Pos ke Polrestabes Surabaya karena berita Green Force Pun Terseret. Photo : Norman Edogawa

Beritahu – Persebaya Surabaya mengambil langkah hukum merespons dengan melaporkan tim redaksi Jawa Pos ke Polrestabes Surabaya karena berita investigasi berjudul Green Force Pun Terseret edisi Minggu 6 Januari 2019, atas dugaan pencemaran nama baik.

Berita itu mengatakan dugaan pengaturan skor dalam laga Persebaya melawan Kalteng Putra pada 12 Oktober 2017 di pentas Liga 2, yang belum terbukti kebenarannya. Sehingga Mantan manajer Persebaya, Chairul Basalamah dan Cholid Ghoromah, juga turut melaporkan media tersebut lantaran nama mereka ikut tercatat dalam pemberitaan tersebut.

Dalam pemberitaan itu, nama Chairul dan Cholid disebut sebagai aktor dugaan match fixing. Keduanya merasa dirugikan karena tuduhan tersebut dianggap fitnah.

“Pemberitaan Jawa Pos telah mencemarkan nama baik Persebaya maupun individu Pak Cholid dan Chairul. Makanya kami membuat laporan ini”, kata Manajer Persebaya, Candra Wahyudi.

Candra menambahkan agar Jawa Pos bisa mempertanggung jawabkan isi pemberitaan tersebut, termasuk membuktikan apa yang dituduhkan dalam berita yang dimuat dalam rubrik Sportainment.

“Persebaya tidak pernah meminta pemain atau siapa pun untuk mengalah dalam pertandingan melawan Kalteng Putra. Kami mendominasi pertandingan dan menciptakan banyak peluang. Namun, tidak berbuah gol. Sebaliknya, Kalteng Putra menciptakan gol melalui serangan balik”, ujar dia.

Yusron Marzuki pengacara Persebaya yang turut mendampingi, mengatakan bahwa langkah hukum yang diambil  klub sepakbola kebanggan warga Surabaya ini, murni dilakukan untuk mencari keadilan.

“Kami melaporkan Jawa Pos atas dugaan pencemaran nama baik sesuai dengan UU ITE dan KUHP. Hal ini terkait pemberitaan Minggu lalu. Ini adalah upaya kami untuk mencari keadilan,” ujar Yusron.

Mantan Manajer Persebaya Chairul Basalamah membantah keras tuduhan pemberitaan Jawa Pos. Ia justru membeberkan situasi sebenarnya yang menimpa Persebaya kala itu.

“Situasi Persebaya ketika itu memang sedang berat. Putra pelatih Alfredo Vera kritis di rumah sakit. Lalu dua hari setelah pertandingan meninggal. Betapa kejam pemberitaan ini, menyebut nama saya seperti itu”, ujarnya.

Cholid Ghoromah merasa tak pernah melakukan apa yang disebut dalam pemberitaan, sehingga dia turut membantah semua tuduhan itu.

“Hotel Vasa yang saya disebut-sebut Jawa Pos naik lift untuk bertemu official Kalteng Putra, saya tidak pernah ke sana,” kata Cholid.

Atas laporan tersebut, Polrestabes Surabaya menerbitkan surat tanda terima laporan polisi bernomor STTLP/B/24/I/2019/JATIM/RESTABES SBY dan segera memprosesnya.

“Semua warga negara yang merasa dirugikan atau dicemarkan nama baiknya oleh pihak lain, berhak membuat laporan kepada polisi. Poin bagi Persebaya, memberikan laporan ini adalah bentuk keyakinan tidak bersalah dan kami akan menerima, selanjutnya biarkan mesin kami bekerja untuk menyelidiki kebenarannya seperti apa”, kata Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Rudi Setiawan. (bi1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here