Belum Tuntas Jika Polda Jatim Tak Tangkap Pejabat Dibalik Amblesnya Jalan Gubeng

0
68
advertorial

Beritahu – Meski Polda Jatim telah menetapkan Dua tersangka atas amblesnya Jalan Raya Gubeng, namun anggota DPRD Kota Surabaya Vinsensius Awey terus mendorong kepolisian yang dipimpin Irjen Pol Luki Hermawan, untuk mengungkap kasus ini secara tuntas karena telah merugikan masyarakat luas.

Vinsensius Awey mengatakan bahwa Dua tersangka berinisial F dan Satunya belum disebutkan inisialnya oleh Polda Jatim, itu sebuah progress yang bagus dalam pengungkapan kasus ini. Tapi sebenarnya dia yakin ada keterlibatan pejabat tinggi dibalik amblesnya Jalan Raya Gubeng, khususnya dalam masalah perijinan.

“Saya yakin dibalik itu ada petinggi-petinggi pejabat pemerintah, yang kemudian memberikan support terkait dengan perijinan itu semua. Jadi tidak mungkin hanya berdiri tunggal”, kata Awey.

Politikus partai Nasdem ini  menambahkan, Polda Jatim harus bisa mengungkap siapa pejabat pemerintah yang mempunyai andil mempermudah perijinan tersebut, jangan hanya dari kontraktor yang dijadikan tersangka. Namun mediator perijinan pembangunan penyebab amblesnya jalan juga harus ditangkap.

“Tapi dari leveling atas (Pemkot Surabaya) yang mengeluarkan (izin), termasuk yang memungkinkan memediasi. Katakan ada yang memediasi, yang mempercepat proses ini (izin proyek) atau makelar atau apalah,(harus) diungkap tuntas juga!” tegasnya.

Dirinya juga membuat perbandingan sikap Tri Rismaharini antara kasus amblesnya Jalan Raya Gubeng dengan peristiwa taman yang diinjak masyarakat akibat berebut Es Krim di Taman Bungkul pada 14 Mei 2014, yang membuat Walikota Surabaya murka disaat itu juga, Tentunya kejanggalan ini juga harus jadi bahan pertimbangan Polisi, dan Awey akan terus mendorong Polda Jatim untuk melanjutkan penyelidikan dan penyidikan hingga bisa menangkap siapapun yang bersalah tanpa melihat latar belakang personalnya.

“Ini menurut Saya ada suatu yang perlu ditelusuri lebih dalam lagi, kenapa tanaman yang dinjak-injak kemudian itu membuat Walikota marah besar, sementara Jalan raya Gubeng yang mematikan sisi perekonomian dan mematikan akses jalan ribuan, puluh ribuan, jutaan masyarakat Surabaya yang menggunakan jalan itu sebagai lalu lintas setiap hari, ketika ambruk, ketika longsor tidak menampakkan kemarahan ataupun kemangkelan apapun yang seperti dipertontonkan“, urai Caleg DPR RI dari Dapil 1 Surabaya – Sidorajo ini. (bi1)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here