Awasi Jalannya Pemungutan Suara TKD Jatim Siapkan 260 Ribu Saksi

0
47
advertorial

Beritahu – Sebanyak 260 Ribu lebih saksi, bakal disiapkan Tim Kampanye Daerah (TKD) Jatim, untuk mengawasi 130 Ribu Tempat Pemungutan Suara (TPS) di seluruh Jawa Timur. Agar proses pencoblosan pada 17 April 2019 berjalan lancar tanpa ada hambatan.

“Wah cukup banyak, TPS nya ada 130an ribu lebih kali 2 saja”, kata Ketua TKD Jatim Irjen Pol (Purn) Machfud Arifin selesai acara istigosah dan doa bersama tokoh lintas agama di posko TKD Jatim Surabaya. Senin Malam (15/04/2019).

Selain  menurunkan ratusan ribu saksi untuk mengawal perolehan suara Jokowi – Ma’ruf Amin. Juga mengawasi jalannya proses pemungutan suara, supaya ketika ada kecurangan atau penyimpangan. Maka saksi tersebut bisa melaporkan ke kordinatornya dan diteruskan ke TKD Jatim.

“Sudah, sudah jalan semuanya. Tinggal pelaksanaannya saja. Hal-hal menyimpang nanti akan ketahuan”, kata Ketua TKD Jatim.

Pihaknya tetap optimis perolehan suara Jokowi – Maruf Amin dalam pencoblosan besok, akan sesuai dengan hasil survey selama ini, yaknii 60 sampai 70 persen. Karena mantan Kapolda Jatim tersebut melihat antusiasme pemilih di luar negeri, meneriakkan nama capres 01.

“Yang lebih penting, kita lihat kejadian di luar negeri begitu antusiasnya masyarakat datang ke TPS. Mudah-mudahan diberikan hak mencoblosnya. Bahkan, petugas TPS disana sampai kewalahan melayani”, tambahnya.

Acara istigosah tersebut digelar untuk menyerahkan segala sesuatu pada ALLAH S.W.T. Karena sudah 6 bulan TKD Jatim, berjuang sekuat tenaga berkampanye pilpres dan pileg.

“Tinggal satu pendekatan diri dan menggantungkan diri kepada Allah SWT, semoga kita bisa menghantarkan Jokowi-Ma’ruf memenangkan pilpres tahun ini”, ujarnya.

Dirinya juga mengingatkan masyarakat mengenai waktu pencoblosan yang sempat viral beberapa waktu lalu.

“Perlu diketahui oleh masyarakat Indonesia bahwa pendaftaran sampai pukul 13.00 Wib, bukan pukul 13.00 sudah bubar. Kalau sudah terdaftar jam 13.00, coblosan sampai 15.00 tetap dilayani”, jelasnya. (bi1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here