Asrama Mahasiswa Papua Dilempar Karung Isi Ular Adalah Hoax

0
97
advertorial

Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan (kanan) didampingi Kapolrestabes Surabaya saat memberikan keterangan pers mengenai pelemparan karung isi ular di asrama mahasiswa papua di Surabaya. Photo : Norman Edogawa

Beritahu – Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan menilai peristiwa pelemparan karung berisi ular kedalam Asrama Mahasiswa Papua (AMP) di  Jalan Kalasan Surabaya pada Senin pagi (09/09/2019), yang diduga sebagai aksi teror adalah Hoax. Karena  hingga saat ini belum ada pengaduan maupun laporan resmi mengenai kejadian tersebut, dan polisi selama 24 jam berpatroli di kawasan itu untuk menjaga situasi tetap kondusif.

“Kami sampai saat ini menyatakan bahwa itu Hoax, karena kami belum bisa mengkonfirmasi, belum bisa mengetahui, dan kami meminta kalau itu memang itu ada laporan kami akan proses. Dan kami minta bukti-buktinya dan kami akan proses”, kata Irjen Pol Luki Hermawan di salah satu restoran di Jalan Darmokali Surabaya. Senin Malam (09/09/2019).

Meski belum ada laporan resmi mengenai pelemparan karung berisi ular ke AMP, pihak kepolisian akan memproses dan menelusuri untuk mencari pelaku melalui pengumpulan keterangan dari saksi di sekitar lokasi kejadian.

“Walaupun kita minta keterangan saksi sampai sekarang dari dalam (AMP) belum mau, kita masih menggunakan saksi-saksi yang lain, saksi-saksi masyarakat yang lain. Apa betul ada ular yang dimasukkan, yang dilempar atau yang lain! kita akan minta masukan juga, kita akan sesuai dengan prosedur”, tambah Luki.

Hingga kini, polisi masih mengumpulkan bukti melalui CCTV  dan keterangan saksi di sekitar AMP Jalan Kalasan Surabaya untuk mencari pelaku pelempar karung berisi ular. Karena sampai saat ini Polda Jatim belum dapat mengkonfirmasi keterangan dari penghuni asrama mahasiswa papua, dan mengambil  barang bukti berupa ular yang diduga dilempar orang tak bertanggung seperti yang diberitakan di media massa ataupun media sosial.

“Kami berusaha untuk mengkonfirmasi berita tersebut, kami sudah tugaskan beberapa anggota bahkan melalui wartawan untuk mengecek, tidak ada yang bisa tembus terkait kebenaran berita tersebut. Kami sebenarnya pengen benar, kami ingin mengambil barang buktinya tersebut”, lanjut Luki. (bi1)

 

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here